“…Mari semua dansa denganku.. Dekap aku dan hanyutkaku.. Dengan irama yang menggoda...”. Mungkin sebagian dari anda sudah tidak asing lagi dengan sepenggal lirik lagu ini. Ya, lagu memang ini dipopulerkan oleh penyanyi pendatang baru yaitu Aura kasih yang akhir-akhir ini lagu-lagunya banyak diputar di TV, radio, bahkan tempat-tempat penjualan CD bajakan.
Dunia musik Indonesia memang sedang kebanjiran penyanyi solo cewek yang bikin seger mata para kaum adam, termasuk saya tentunya. Seperti yang sudah dibahas tadi, ada Aura Kasih. Juga Syahrini, Julia Perez dengan Belah Durennya, atau bahkan yang juga lagi banyak dibicarakan dengan logatnya agak kebule-buleannya, the one and only Cinta Laura juga nggak mau ketinggalan (honor maen sinetron emang g’ cukup ya?). Ada juga Intan Nuraini yang mencoba menggebrak dengan lagu ‘Gubrak’nya. Terus juga ada yang sudah keluar cukup lama yaitu Ussy Sulistiawati mencoba merambah dunia musik dengan Kliknya.
Kalau dilihat dari kacamata saya (yang nggak ada pantes-pantesnya nyanyi), mereka mungkin bisa menyanyi. Tapi bernyanyi dengan baik dan berkualitas belum tentyu. Mungkin sekarang sudah banyak teknologi yang dapat memanipulasi suara supaya terlihat bagus pada saat rekaman. Tapi tetap saja pas-pasan jika didengar. Bayangkan, didalam kaset saja suara yang dihasilkan biasa saja. Bagaimana jika bernyanyi live? Atau mau terus-terusan Lip Sync.?.
Saya hargai usaha mereka untuk mencoba peruntungan di dunia musik. “Kalau ada kesempatan, kenapa juga nggak diambil”. Mereka berkata. Mereka juga menyangkal bahwa musik mereka disukai karena penampilan mereka yang cantik dan seksi. Paras mereka yang cantik merupakan bonus menurut mereka. Saya juga nggak terlalu heran kenapa musik mereka langsung meledak. Karena pasar di Indonesia lebih menghargai tampang ketimbang kualitas bernyanyi (Udah kayak kritikus musik aja ni gw).
Kalau mau dilihat kebelakang, banyak juga penyanyi Indonesia yang berwajah cantik juga berbody seksi yang karirnya cukup gemilang. Sebut saja Agnes Monica yang sudah banyak mencetak hits. Seperti lagunya “Cinta ini… Kadang-kadang tak ada logika..”. Dipadu dengan tarian-tariannya yang sangat enerjik. Sangat memukau menurut saya. Walaupun terkadang gayanya suka’ berlebihan. Atau ada lagi BCL yang sibuk manggil-manggilin Sunny-nya. Mereka bisa sukses tidak hanya mengandalkan tampang oke, tapi kualitas bernyanyinya juga. Dan nggak malu-maluin pastinya.
Jumlah penyanyi cewek yang terus bertambah ini saya berharap adalah suatu momentum bangkitnya dunia musik lokal. Bukan suatu penurunan karena hal-hal tadi. Saya percaya bahwa penikmat musik sekarang sudah pintar, dan tahu mana penyanyi yang benar-benar mempunyai kualitas bernyanyi. Kalau cuma mengandalkan kecantikan saja, ntar juga digilas ama penyanyi lain yang lebih cantik. Kalau belum siap jangan nekat, karena hasilnya g akan maksimal. Berikanlah sesuatu yang terbaik kepada Indonesia. Siapa tahu musik kita bisa go International. Mohon maaf klo mbak-mbak yang namanya disebutkan di atas tersinggung, mudah-mudahan kritik ini dapat membangun (rumah kale..! dibangunn.).
Jaya terus musik Indonesia…
Salam buat Luna Maya….
0 komentar:
Posting Komentar